Reduplikasi Bahasa Melayu Riau pada Diaelek Desa Beligan Kabupaten Indragiri Hulu
Keywords:
Dialek melayu, makna gramatikal, reduplikasiAbstract
Bahasa Melayu Riau memiliki berbagai variasi dialek yang memperlihatkan kekhasan dalam sistem kebahasaannya, salah satunya pada aspek morfologi. Salah satu proses morfologis yang produktif dalam dialek Melayu Desa Beligan, Kabupaten Indragiri Hulu, adalah reduplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk reduplikasi serta makna gramatikal yang terkandung dalam Bahasa Melayu Riau dialek Desa Beligan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan lisan masyarakat Desa Beligan. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan metode padan intralingual berdasarkan klasifikasi reduplikasi menurut Ramlan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 15 data reduplikasi yang dapat diklasifikasikan ke dalam empat bentuk, yaitu reduplikasi seluruh, reduplikasi sebagian, reduplikasi yang berkombinasi dengan pembubuhan afiks, dan reduplikasi dengan perubahan fonem. Bentuk reduplikasi yang paling dominan adalah reduplikasi seluruh. Selain itu, reduplikasi dalam dialek ini menghasilkan berbagai makna gramatikal, seperti makna jamak, kolektivitas, intensitas, frekuensi, kontinuitas, keberulangan tindakan, resiprokal, dan penegasan keadaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa reduplikasi tidak hanya berfungsi sebagai proses pembentukan kata, tetapi juga berperan dalam memperkaya ekspresi makna serta merefleksikan nilai-nilai sosial budaya masyarakat Melayu Desa Beligan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian morfologi bahasa daerah dan mendukung upaya pelestarian Bahasa Melayu Riau sebagai bagian dari warisan budaya lokal.
References
Afreselia, B., & Alber. (2023). Reduplikasi Bahasa Melayu Riau Dialek Belilas Indragiri Hulu. Sajak, 2(2). https://journal.uir.ac.id/index.php/sajak
Anita, S. (2024). Reduplikasi Bahasa Melayu Riau Dialek Pematang Tiga Lorong Kabupaten Indragiri Hulu (Vol. 7, Number 2).
Aulia, N., Charlina, C., & Septyanti, E. (2023). Reduplikasi Bahasa Melayu Riau Subdialek Pangean. GERAM, 11(2), 142–153. https://doi.org/10.25299/geram.2023.vol11(2).15211
Chaer, A. (2008). Morfologi bahasa indonesia. Ptrineka cipta.
Cie, O. B., Lidia, M., Pandean, M., & Ranuntu, G. C. (2025). Reduplikasi Bahasa Galela. Bahasa Dan Sastra, 11(2), 2025. https://e-journal.my.id/onoma
Dibia, I. K. (2021). Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. PT. RajaGrafindo Persada.
Kridalaksana, H. (2008). Kamus linguistik. Gramedia Pustaka Utama.
Kurniawati, D., Ricardo, P., & Ginanjar, B. (2022). Bentuk Dasar pada Redupliksi Berafiks dalam Bahasa Indonesia. Deiksis, 14(3), 310. https://doi.org/10.30998/deiksis.v14i3.11610
Lelyli, E., Saragih, L., Arta Tarihoran, Y., Natalia, D., Ginting, B., Malau, J., Satna, N., & Siagian, K. (2026). Fenomena Variasi Bahasa dalam Podcast Denny Sumargo Tuturan Ibunda Timoty. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora (MURADIK). https://doi.org/10.64365/muradik.v2i1.206
Pansori, Muh. J. A., Rismawati, L., & Pransisca, M. A. (2025). Pengantar Linguistik Edukatif: Teori dan Aplikasi dalam Pembelajaran Bahasa (M. Mohzana, Ed.). CV Eureka Media Aksara.
Ramlan, M. (2009). Morfologi : Suatu Tinjauan Deskriptif. CV Karyono.
Sariono, A. (2016). Pengantar Dialektologi (Panduan Penelitian dengan Metode Dialektometri). Media Pressindo.
Sopacua, V. F., Da Costa, R. A., & Pesiwarissa, L. F. (2022). Reduplikasi dalam bahasa melayu ambon (kajian morfologi). Arbitrer: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(2), 687–704. https://doi.org/10.30598/arbitrervol4no2hlm687-704
Utami, M., Wirawan, G., & Sains dan Bisnis Internasional Singkawang, I. (2024). Proses Morfologis Pada Antologi Puisi Ranting Kering Karya Santoso Wuryandoko. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar,.
Wekke, I. S. (2019). Metode penelitian sosial.






