Krisis Integritas Ilmiah di Tengah Kepentingan Politik: Tinjauan Etika Penelitian Kontemporer

Authors

  • Natasya Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro Author
  • Sri Minarti Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro Author

Keywords:

integritas ilmiah, politisasi sains, etika pendidikan, kebijakan berbasis bukti, kepercayaan publik

Abstract

Krisis integritas ilmiah di tengah kepentingan politik menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan dan penelitian kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk politisasi sains, dampaknya terhadap kepercayaan publik dan kebijakan berbasis bukti, serta menelaahnya dalam perspektif etika pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur ilmiah terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa politisasi sains terjadi dalam bentuk kontrol agenda penelitian, manipulasi data, pembatasan kebebasan akademik, serta penggunaan ilmu pengetahuan sebagai alat legitimasi kekuasaan. Dampaknya adalah menurunnya kepercayaan publik terhadap sains dan melemahnya kebijakan berbasis bukti. Dalam perspektif etika, distorsi ilmiah tidak dapat dibenarkan baik secara deontologis maupun utilitarian karena melanggar kewajiban moral ilmuwan dan merugikan masyarakat luas. Oleh karena itu, pemulihan otonomi sains menjadi solusi strategis melalui pemisahan kepentingan politik dari proses ilmiah, penerapan transparansi, serta perlindungan terhadap kebebasan akademik. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan etika pendidikan sebagai landasan dalam menjaga integritas ilmiah di era kontemporer.

References

Bank, W. (2020). Realizing the Future of Learning: From Learning Poverty to Learning for Everyone, Everywhere. Washington, DC.

Change, I. P. (2021). Climate Change 2021: The Physical Science Basis. Cambridge: Cambridge University Press.

Commission, E. (2021). Ethics and Integrity in Research: A Policy Report. Brussels: European Commission.

Development, O. f.-o. (2022). Education Policy Outlook 2022. Paris: OECD Publishing.

Elsevier. (2023). Research Integrity and Ethics in Scientific Publishing. Amsterdam: Elsevie. Ernita, T. S. (2024). Etika Anti Korupsi dan Integritas Kehidupan Politik. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora.

Mahardhika, R. A. (2024). Etika Komunikasi Politik pada Pemilihan Umum Terkait Hoax Tahun 2024. Jurnal Sinergi.

Organization, W. H. (2022). Managing the COVID-19 Infodemic: Promoting Healthy Behaviours and Mitigating the Harm from Misinformation and Disinformation. Geneva: WHO.

Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama Pratiwi, R. J. (2024). Peranan Etika Keilmuan dalam Membentuk Penelitian yang Bertanggung Jawab. Jurnal Cendikia.

Research, N. (2022). Research integrity: Understanding our shared responsibility. Nature Human Behaviour.

Steneck, N. H. (2006). Fostering integrity in research: Definitions, current knowledge, and future directions. Science and Engineering Ethics, 12(1), 53-74.

UNESCO. (2021). Recommendation on Open Science. Paris: UNESCO. UNESCO. (2021). UNESCO Recommendation on Open Science. Paris: UNESCO Publishing.

Ziman, J. (2000). Real Science: What It Is and What It Means. Cambridge:. Cambridge University Press.

Downloads

Published

2026-05-27

Similar Articles

11-20 of 372

You may also start an advanced similarity search for this article.