Teologi Pembebasan dan Psikologi Humanistik: Rekonstruksi Paradigma Masyarakat Tanpa Penindasan
Keywords:
Teologi Pembebasan, Masyarakat Tanpa Penindasan, Psikologi Humanistik, Carl Rogers, Transformasi Sosial, Martabat Manusia, Etika Sosial IslamAbstract
Realitas penindasan dalam masyarakat kontemporer masih menjadi persoalan fundamental meskipun wacana demokrasi, hak asasi manusia, dan keadilan sosial semakin berkembang dalam diskursus global. Berbagai bentuk ketimpangan struktural, dominasi kekuasaan, dan marginalisasi sosial menunjukkan bahwa modernitas belum sepenuhnya mampu melahirkan masyarakat yang bebas dari penindasan. Dalam kajian akademik, upaya memahami dan mengatasi penindasan sering kali lebih menekankan pendekatan struktural-politik atau ekonomi, sementara dimensi transformasi kesadaran manusia, baik secara spiritual maupun psikologis, masih relatif kurang diperhatikan. Kesenjangan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi antara perspektif teologis dan pendekatan psikologi humanistik dalam kerangka perubahan sosial masih belum banyak dikembangkan secara konseptual dan sistematis. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi paradigma masyarakat tanpa penindasan melalui integrasi antara teologi transformatif dalam tradisi Islam dan psikologi humanistik–eksistensial Carl Rogers. Secara teoritis, penelitian ini menggunakan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan konsep teologi pembebasan, etika sosial Islam, serta prinsip-prinsip psikologi humanistik seperti empati, keaslian relasional, dan unconditional positive regard. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis konseptual-kritis terhadap literatur teologi, filsafat sosial, dan psikologi humanistik kontemporer. Argumen utama artikel ini adalah bahwa penciptaan masyarakat tanpa penindasan tidak hanya memerlukan transformasi struktur sosial, tetapi juga perubahan kesadaran moral, spiritual, dan psikologis manusia. Integrasi antara spirit teologi dan psikologi humanistik memungkinkan terbentuknya paradigma sosial yang menempatkan manusia sebagai subjek yang bermartabat, bebas, dan mampu mengembangkan potensi eksistensialnya secara autentik. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada pengembangan model konseptual baru yang menghubungkan teologi transformatif dengan psikologi humanistik sebagai fondasi epistemologis bagi pembangunan masyarakat yang adil, humanistik, dan bebas dari penindasan.
References
Aktar, Most. A., & Alam, Md. M. (2021). Cultural Inequality and Sustainable Development (pp. 66–78). https://doi.org/10.1007/978-3-319-95882-8_5
Cavé, J., Katjene, M., & Roos, V. (2024). A scoping review of Rogers’ person-centred approach to identify constructs relevant to optimal intergenerational relationships. South African Journal of Psychology, 54(3), 402–414. https://doi.org/10.1177/00812463241265588
Dewi, M. R., & Fauzi, A. (2025). Aligning Humanistic Psychology and Islamic Education: A Theoretical Dialogue between Carl Rogers and Abraham Maslow. Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal, 10(2), 236–246. https://doi.org/10.15575/atthulab.v10i2.52273
Doyle, R. (2025). Beyond the individual in the person-centered approach. Person-Centered & Experiential Psychotherapies, 24(4), 370–378. https://doi.org/10.1080/14779757.2025.2530600
Joseph, S. (2021). How Humanistic Is Positive Psychology? Lessons in Positive Psychology From Carl Rogers’ Person-Centered Approach—It’s the Social Environment That Must Change. Frontiers in Psychology, 12. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.709789
Kaaristo, M. (2022). Everyday power dynamics and hierarchies in qualitative research: The role of humour in the field. Qualitative Research, 22(5), 743–760. https://doi.org/10.1177/14687941221096597
Krikorian, M. (2023). Carl Rogers: A Person-Centered Approach. In The Palgrave Handbook of Educational Thinkers (pp. 1–13). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-81037-5_106-1
Martin, J. (2025). Carl Rogers’ struggle to be “real” and its implications for understanding psychologists’ life–work connections and sociocultural impact. Theory & Psychology, 35(2), 246–265. https://doi.org/10.1177/09593543251324158
Susmerano, E. B., & Hodge, D. R. (2025). Spirituality as a Facilitator of Social Justice Advocacy: Practice and Educational Insights From the Philippine People Power Revolution. Families in Society: The Journal of Contemporary Social Services. https://doi.org/10.1177/10443894251377495