Analisis Penambahan Limbah Molasses dan Resina Colophonium sebagai Bahan Tambah Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) untuk Perkerasan Jalan
DOI:
https://doi.org/10.70294/Keywords:
AC-WC, Marshall, Molasses, Resina ColophoniuAbstract
Pertumbuhan populasi Indonesia yang signifikan meningkatkan kebutuhan infrastruktur transportasi tangguh, terutama jalan raya sebagai penggerak utama roda perekonomian. Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) menawarkan ketahanan terhadap air dan beban, namun lemah dalam elastisitas dan rentan retak. Penelitian ini menginovasi campuran aspal dengan limbah molasses dan resina colophonium untuk meningkatkan daya tahan, mengurangi dampak lingkungan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Penelitian ini menerapkan mixed methods dengan berdasarkan penelitian sebelumnya dan eksperimen laboratorium untuk mengevaluasi penambahan kadar molasses (0%, 1%, 3%, 5%) dan kadar resina colophonium (0%, 3%, 6%, 9%). Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian sifat fisik aspal dan agregat, serta uji Marshall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) memenuhi spesifikasi Marshall yang ditetapkan. Penambahan resina colophonium terbukti meningkatkan stabilitas campuran secara signifikan dibandingkan penambahan molasses yang tinggi. Komposisi paling optimal diperoleh pada campuran dengan kadar molasses 1% dan resina colophonium 3%, yang menghasilkan nilai stabilitas sebesar 954,44 kg dan Marshall Quotient (MQ) sebesar 278,26 kg/mm. Hasil ini mengindikasikan bahwa kombinasi tersebut mampu menghasilkan perkerasan yang kaku untuk menahan beban lalu lintas, namun tetap memiliki fleksibilitas yang baik untuk mencegah terjadinya retak.