Evaluasi Respon Regulator Indonesia (BPOM) terhadap Keamanan Produk Ranitidine
Keywords:
Ranitidine, N-Nitrosodimethylamine (NDMA), BPOM, PharmacovigilanceAbstract
Kontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada ranitidin menimbulkan risiko serius terhadap keamanan obat dan mendorong respons regulator di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam menangani kasus tersebut. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka terhadap empat artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa BPOM melakukan penarikan produk, penguatan pengawasan pasca-pemasaran, penyesuaian standar keamanan dengan regulator internasional, serta komunikasi risiko kepada masyarakat. Temuan ini menegaskan peran BPOM dalam melindungi kesehatan publik sekaligus menunjukkan perlunya penguatan sistem farmakovigilans dan deteksi dini risiko obat.