Miskonsepsi Feminisme sebagai Pemicu Toxic Masculinity: Rekonstruksi Relasi Gender dalam Perspektif Kesetaraan
DOI:
https://doi.org/10.70294/ino1424Keywords:
Feminisme, Miskonsepsi, toxic masculinityAbstract
Feminisme merupakan gerakan yang bertujuan mewujudkan kesetaraan hak, kesempatan, dan perlakuan antara laki-laki dan perempuan. Namun, dalam kehidupan sosial modern, feminisme seringkali dipahami secara keliru sebagai upaya untuk menempatkan perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Miskonsepsi tersebut memunculkan berbagai respons negatif yang dapat meningkatkan perilaku toxic masculinity, yaitu pola sikap dan perilaku yang menuntut laki-laki untuk selalu kuat, dominan, serta menekan ekspresi emosi demi mempertahankan identitas maskulinnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk miskonsepsi masyarakat terhadap feminisme, mengkaji dampaknya terhadap munculnya toxic masculinity, serta mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan untuk membangun relasi gender yang sehat dan setara. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis berbagai jurnal, buku, internet, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa miskonsepsi feminisme banyak dipengaruhi oleh stereotip, budaya patriarki, serta representasi yang keliru di media dan ruang digital. Kesalahpahaman tersebut dapat menimbulkan resistensi terhadap nilai kesetaraan gender dan mendorong sebagian laki- untuk mempertahankan maskulinitas tradisional secara berlebihan, yang kemudian memunculkan perilaku toxic masculinity. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan edukasi mengenai konsep feminisme, peningkatan literasi gender, serta pengurangan stereotip gender. Dengan demikian, relasi gender yang lebih sehat, setara, dan saling menghormati dapat terwujud.
References
Abdillah, I., Arifin, M., Rodiyah, K., & Nisa, K. (2025). Rekonstruksi Konsep untuk Mengembalikan Esensi Kesetaraan Gender. IKTIFAK: Journal of Child and Gender Studies, 3(2), 83–99.
Adhani, F. S., Oktaviani, M., & Tarma. (2026). Pengaruh Bias Gender dalam Komunikasi Keluarga terhadap Toxic Masculinity. Scripta Humanika: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 1(4), 373–382.
Adrian, K. (2024). Toxic Masculinity, Ini yang Perlu Kamu Ketahui. Alodokter.Com. https://www.alodokter.com/toxic-masculinity-ini-yang-perlu-kamu-ketahui
Ageng, U. S. (2026). Miskonsepsi Feminisme di Kalangan Perempuan dalam Budaya Patriark i Misunderstandings of Feminism Among Women in Patriarchal Societies. 3(8), 125–134. https://doi.org/10.5281/zenodo.19029204
Amin, M., & Nurkartiko, A “Perlindungan Hukum Perempuan Korban Kekerasan Seksual Yang Mengalami Blaming The Victim Ditinjau Dari Perspektif Viktimologi.” Unes Law Review, vol. 5, 2023, 4142.
BENDAR, A. (2020). Feminisme Dan Gerakan Sosial. Al-Wardah, 13(1), 25. https://doi.org/10.46339/al-wardah.v13i1.156
Brahmana, K. M. B., Suryanto, S., & Suyanto, B. (2019). Gender role conflict model of pastors’ husbands at Batak Karo Protestant Church. International Journal on Personal Relationships, 13(2), 127–143.
Connell, R. W., & Messerschmidt, J. W. (2005). Hegemonic masculinity: Rethinking the concept. Gender & Society, 19(6), 829–859.
Fineman, M. A. (2010). The vulnerable subject: Anchoring equality in the human condition. In Transcending the boundaries of law (pp. 177-191). Routledge-Cavendish.
Fitri, S., Luawo, M. I. R., & Puspasari, D. (2016). Gambaran Agresivitas Pada Remaja Laki-Laki Siswa SMA Negeri di DKI Jakarta. Insight : Jurnal Bimbingan Konseling, 5(2).
Friedman, L. M. (1975). The legal system: A social science perspective. Russell Sage Foundation.
Fujiati, D. (2014). Relasi Gender Dalam Institusi Keluarga Dalam Pandangan Teori Sosial Dan Feminis. Muwazah, 6(1), 39.
Gilligan, C. (1993). In a different voice: Psychological theory and women’s development. Harvard university press.
Guk, J. R. G., Purba, D., & Mutiara, L. (2026). Toxic Masculinity dalam Konstruksi Sosial: Dekonstruksi Emosi Laki-Laki Dalam Perspektif Gender. Journal of Gender Equality and Social Inclusion (GESI) TOXIC, 5(1), 55–64.
Handayani, W. (2025). Framing Kesetaraan Gender Kebijakan Pengarusutamaan Gender dalam Konteks Interaksi Interpersonal Konfliktual Pasangan. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 14(1), 42–53.
Hanifah, M., & Adil, M. (2025). Legal culture and law enforcement in Indonesia: A normative juridical perspective. Eduvest: Journal of Universal Studies, 5(6). https://doi.org/10.59188/eduvest.v5i6.49987.
Harrington, C. (2021). What is “Toxic Masculinity” and Why Does it Matter ? Men and Masculinities, 24(2), 345–352. https://doi.org/10.1177/1097184X20943254
Haslita, R., Samin, R., Kurnianingsih, F., Okparizan, Subiyakto, R., Elyta, R., Anggraini, R., Muhazinar, & Ardiansya, A. (2021). Implementasi Kebijakan Pada Kesetaraan Gender dalam Bidang Pendidikan. Takzim : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 81–86.
Hermawan, I., & Hidayah, N. (2023). Toxic masculinity dan tantangan kaum lelaki dalam masyarakat Indonesia modern. Dimesia: Jurnal Kajian Sosiologi, 12(02), 171-182.
Hidayah, N. (2025). Pemahaman Konseptual Kesetaraan Gender Dalam Tafsir Klasik dan Kontemporer Pada Qs Al Hujarat Ayat 13. Jurnal Dinamika Sosial dan Sains, 2(5), 745-751.
Humas, B. H. dan. (2024). Kerjasama Kemen PPPA dan Asosiasi PPSW, Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan Perempuan Kelurahan Di Wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Kemepppa.Go.Id.https://www.kemenpppa.go.id/berita-pemerintahan/kerjasama-kemen-pppa-dan-asosiasi-ppsw--tingkatkan-kapasitas-kepemimpinan-perempuan-kelurahan-di-wilayah-jakarta-timur-dan-jakarta-selatan
Ilaa Thurfah Dhiyaa. (2021). Feminisme dan Kebebasan Perempuan Indonesia dalam Filosofi. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(3), 212.
Josselson, R. (2023). Developing a different voice: The life and work of Carol Gilligan. Journal of Personality, 91(1), 120–133. https://doi.org/10.1111/jopy.12771.
Judiasih, S. D. (2022). Implementasi Kesetaraan Gender Dalam Beberapa Aspek Kehidupan Bermasyarakat di Indonesia. Acta Dijurnal Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 5, 284–302.
Kartika, K., & Iqbal, M. (2023). Toxic masculinity di TikTok. Aksiologi: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 4(1), 48-62.
Khidlir, M. (2025). Kontestasi Budaya Barat dan Dampaknya terhadap Perempuan : Analisis dari Perspektif Viktimologi. 03(01), 11–18.
Kupers, T. A. (2005). Toxic masculinity as a barrier to mental health treatment in prison. Journal of Clinical Psychology, 61(6), 713–724.
Lubis, R., & Triadi, I. (2024). Menganalisis Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Konstitusi (Studi Tentang Perlindungan Hak Asasi Manusia). Indonesian Journal of Law and Justice, 1(4), 12. https://doi.org/10.47134/ijlj.v1i4.2687
Luhulima, A. S., Kusumaningtyas, A. D., Rahman, A., Hamim, A., Hastawati, B., Lubis, D. B., ... & Basuki, Z. D. (2006). Perempuan dan Hukum: Menuju Hukum Yang Berperspektif Kesetaraan dan Keadilan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
MacKinnon, C. A. (1989). Toward a feminist theory of the state. Harvard University Press.
Marlina, I. (2018). Paham Gender Melalui Media Sosial. Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi Dan Antropologi, 2(2).
Maulida, A., & Ahmadi, A. (2025). Perlawanan Laki-Laki Terhadap Toxic Masculinity Dalam Serial Sugar Daddy. Jurnal Lazuardi, 8(4).
Muslimah, F., Dewi, A. A., Aziz, E. A., Kamila, R. S. T., Annanto, A. P., Ghudzamir, A. A., & Syaputra, M. H. D. (2025). Kekerasan berbasis gender online (KBGO): Upaya pencegahan di lingkungan universitas. Penerbit P4I.
Novalina, M., Flegon, A. S., & Valentino, B. (2021). Kajian isu toxic masculinity di era digital dalam perspektif sosial dan teologi. Jurnal EFATA: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 8(1), 28-35.
Octaviani, C. N., Prihantoro, E., Sariyati, & Banowo, E. (2022). Gerakan Feminisme Melawan Budaya Patriarki Di Indonesia. Broad Comm, 4(1), 23–35. https://doi.org/10.53856/bcomm.v4i1.232
Prasetyo, F. P. (2025). Feminisme : Perjuangan Kesetaraan atau Kebencian Terhadap Laki-Laki? Binus.Ac.Id. https://binus.ac.id/character-building/2025/11/feminisme-perjuangan-kesetaraan-atau-kebencian-terhadap-laki-laki/
Prihatin, E., Kadarsah, D., & IZFS, R. D. (2025). Kebijakan pendidikan nasional: Transformasi digital untuk sistem yang inklusif. Indonesia Emas Group.
Rahaayu, D. (2021). Perempuan dan Literasi Digital Antara Probel, Hambatan, dan Arah Pemberdayaan (Rahayu, Ed.; 1st ed.). Gadjah Mada University Press Anggota IKAPI dan APPTI. https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=OXZQEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA243&dq=miskonsepsi+feminisme&ots=pZGyDFhNIN&sig=HkY5Qwh8clYDk6nEy6DBVGpfQOU&redir_esc=y#v=onepage&q=miskonsepsi%20feminisme&f=true
Rahmawaty, A. (2015). Harmoni dalam Keluarga PeremPuan Karir: upaya mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan gender dalam Keluarga. Jurnal Studi Gender, 8(1), 1–34.
Rendanody, A. (2019). Bias Feminisme: Isu LGBT, Seks Bebas dan Perubahan Norma Seksualitas. Jurnal Pewarta Indonesia, 1(1), 53–61. https://doi.org/10.25008/jpi.v1i1.7
Rini, R. Y., Muslihatundiniyah, Aqil, N., Savira, A. P. D., Octaviani, S., Millah, F., Muntaha, S., Maulana, A. F., & Azaima, A. I. (2025). Menumbuhkan Kesadaran Gender Sejak Dini pada Orang Tua di PAUD Insan Unggul Pulo Panjang. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(1), 189–199.
Rizkiyah, E. L., & Trisakti, U. (2022). Kajian Feminisme dan Keadilan Sosial dalam Ideologi Pancasila. Praxis: Jurnal Filsafat Terapan (2022), 1, 1–1. https://doi.org/10.11111/praxis.xxxxxxx
Shopiani, B. S., Wilodati., & Supriadi, U. “Fenomena Victim Blaming pada Mahasiswa terhadap Korban Pelecehan Seksual.” Sosietas : Jurnal Pendidikan Sosiologi, vol. 2, 2021, 15.
Smart, C. (2002). Feminism and the Power of Law. Routledge.
Soleman, D. (2023). Pancasila, Kesetaraan Gender, dan Perempuan Indonesia. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 3(2), 215–227. https://doi.org/10.52738/pjk.v3i2.179
Stewart, R., Wright, B., Smith, L., Roberts, S., & Russell, N. (2021). Gendered stereotypes and norms: A systematic review of interventions designed to shift attitudes and behaviour. Heliyon, 7(4), Article e06660. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e06660
Susanti, V., Rosyidah, I., & Sahetapy, E. L. (2024). Dynamics of Culture and Media Power: Analysis of Misogyny in Online News in Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI), 5(2), 168–179. https://doi.org/10.15408/jisi.v5i2.43702
Syafi’i, I. (2023). Miskonsepsi Warganet Terhadap Isu Feminisme Dalam Unggahan Twitter @Magdalena. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 16(2), 239–250.
Syayekti, E. I. D. (2023). Komunikasi di media sosial: Perspektif kesetaraan gender. Academic Journal of Da'wa and Communication, 4(2), 141-154.
Tong, R., & Botts, T. (2018). Feminist Thought: A More Comprehensive Introduction. New York: Routledge.
Torres, V., & Garcia, Y. (2019). In a different voice: Psychological theory and women's development by Carol Gilligan. Journal of college student development, 60(3), 372-375.
Tue, F., Melo, R. H., Samatowa, L., & Asrul. (2024). Peran Pendidikan dalam Mendorong Kesetaraan Gender di Masyarakat. Jurnal Pendidikan, 12(3).
Utomo, D. B., Mufariqah, S., & Maftucha. (2025). Pembelajaran Ilmu Pendidikan Sosisal Sebagai Media Penguatan Kesetaraan Gender Dalam Masyarakat Dimas. JSGA: Journal Studi Gender Dan Anak, 12(02), 1–12.
Wibowo, B. A. (2022). Feminisme Indonesia. KARMAWIBANGGA: Historical Studies Journal. (4 (2)), 125–136. https://doi.org/10.31316/fkip.v4i2.4673
Widodo, W, dkk “Kesetaraan Gender dalam Konstruksi Media Sosial.” Jurnal Komunikasi Nusantara, vol. 3, 2021, p. 46.
Wijaya, M., Zahra, F. A., Amini, S. F., Nabilla, A., & Umniyah, U. Z. (2025). Kesetaraan Dan Kebebasan Perempuan: Strategi Melawan Diskriminasi Serta Ancaman Patriarki. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(10).
Wilujeng, S. R. (2013). Hak Asasi Manusia: Tinjauan Dari Aspek Historis Dan Yuridis. Humanika, 18(2).
Zarianto, A. A. A., & Adityarani, N. W. (2025). Eksistensi Sosiologi Hukum pada Masyarakat Indonesia (Literature Review atas Teori Living Law Eugen Ehrlich). Jurisdische : Jurnal Penelitian Hukum, 2(3), 203–219.
Zidan, M. Y., Wicaksono, M. S. A., & Indriyany, I. A. (2026). Miskonsepsi Feminisme di Kalangan Perempuan dalam Budaya Patriarki. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(8), 125–134. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.19029204
Zulkaisi, M. Z., & Novianto, F. A. (2025). Kesetaraan Gender dalam Perspektif Filsafat Humanisme: Membangun Relasi Laki-Laki dan Perempuan yang Adil dan Harmonis. Jurnal Harkat: Media Komunikasi Gender, 21(2), 235–246. https://doi.org/10.15408/harkat.v21i2.47216