Bullying Verbal dan Solusinya dalam Tafsīr Al-Qur’anul Majid Al-Nūr
Keywords:
Bullying Verbal, Solusi, Tafsīr Al-Qur’anul Majid al-Nūr, Hasbi al-ShiddieqyAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perundungan (bullying) yang menjadi problem sosial dan isu global, khususnya di Indonesia. Perilaku bullying verbal dilakukan melalui ucapan yang menyakiti, seperti mencela, menghina, mengolok-olok, dan memanggil dengan julukan yang buruk. hal tersebut sering dianggap sepele, sehingga pelaku tidak menyadari dampak negatif yang ditimbulkannya bagi korban. Di sisi lain, penyelesaian masalah bullying verbal selama ini lebih banyak dikaji melalui pendekatan psikologi dan hukum, sementara Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam mengandung nilai-nilai akhlak yang mengajarkan pentingnya menjaga lisan dan menghormati sesama. Adapun fokus masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana penafsiran Teungku Muhammad Hasbi al-Shiddieqy dalam Tafsīr al-Nūr terkait ayat-ayat bullying verbal, (2) bagaimana penafsiran Teungku Muhammad Hasbi al-Shiddieqy tentang ayat-ayat solusi dalam menghadapi perilaku tersebut, dan (3) bagaimana implikasi penafsiran tersebut terhadap problematika sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode tematik (maudhu’i). Sumber primer dalam penelitian ini adalah Tafsīr al-Nūr karya Teungku Muhammad Hasbi al-Shiddieqy, yang didukung oleh berbagai literatur relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Teungku Muhammad Hasbi al-Shiddieqy terhadap ayat-ayat bullying verbal menegaskan larangan terhadap segala bentuk ucapan yang menyakiti, seperti mencela, menghina, mengolok-olok, memanggil dengan julukan buruk, dan ghibah. Perilaku tersebut dipandang sebagai tindakan tercela yang merendahkan kehormatan manusia dan merusak hubungan sosial. Selain itu, Al-Qur’an juga menawarkan solusi dengan menganjurkan komunikasi yang baik melalui perkataan yang benar, jujur, dan santun, serta menanamkan sikap sabar dan membalas keburukan dengan kebaikan. Penafsiran tersebut memiliki implikasi dalam kehidupan sosial, yaitu dapat mencegah terjadinya bullying verbal serta menciptakan hubungan yang lebih harmonis, dan saling menghargai.
References
“Qur’an Kemenag,” diakses 11 Agustus 2025, https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/2?from=263&to=263.
“Qur’an Kemenag,” diakses 27 Februari 2026, https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/2?from=1&to=286.
“Qur’an Kemenag,” diakses 27 Februari 2026, https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/9?from=1&to=129.
“Qur’an Kemenag,” diakses 27 Februari 2026, https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/49?from=1&to=18.
“Qur’an Kemenag,” diakses 27 Februari 2026, https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/104?from=1&to=9.
“Qur’an Kemenag,” diakses 4 Maret 2026, https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/3?from=186&to=186.
“Qur’an Kemenag,” diakses 4 Maret 2026, https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/20?from=44&to=44.
“Qur’an Kemenag,” diakses 4 Maret 2026, https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/33?from=32&to=32.
“Qur’an Kemenag,” diakses 4 Maret 2026, https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/33?from=70&to=70.
“Qur’an Kemenag,” diakses 4 Maret 2026, https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/41?from=34&to=34.
“Qur’an Kemenag.”
Ahmad Zainal Abidin M.A dan Thoriqul Aziz M.Ag, Khazanah Tafsīr Nusantara: Para Tokoh dan Karya-karyanya (IRCISOD, 2023), 127–128.
Aksin Wijaya, Berislam di Jalur Tengah (IRCISOD, 2020), 302.
Amir Mu’Min Solihin, “Etika komunikasi lisan menurut al-qur’an: kajian Tafsīr tematik” (2011), 2.
Ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nūr, 3:443.
Ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nūr, 3:464.
Ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nūr, 4:599.
Destiana Wulansari Fa Elsa Zakia Lestari, Enggar Sambora, Esti Tri Yuni Rahayu, Fahmi Azi Firnanda, Rintik Asa Generasi Muda (GUEPEDIA, 2024), 8.
Frenky Mubarok dkk, KHULASAH ISLAMIC STUDIES JOURNAL VOLUME 03, 04, 05 (Penerbit Adab, t.t.), 314.
Hana Hanifah, Kenal, Dekat, dan Akhirnya Jatuh Ci343nta Pada Al-Qur`an (Elex Media Komputindo, 2016), 111.
Husna Putri Maharani, “Apa Itu Bullying Verbal? Ketahui Dampak dan Cara Mengatasinya,” detikbali, diakses 6 Agustus 2025, https://www.detik.com/bali/berita/d-7405732/apa-itu-bullying-verbal-ketahui-dampak-dan-cara-mengatasinya.
Indah Sukmawati dkk., “Dampak bullying pada anak dan remaja terhadap kesehatan mental,” vol. 2, 2021, 12–15.
Lukas S. Musianto, “Perbedaan Pendekatan Kuantitatif Dengan Pendekatan Kualitatif Dalam Metode Penelitian,” Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, vol.4, no. 2 (2002), 8.
M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Quran: Tafsīr Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat (Mizan Pustaka, 1996), 266–267.
Muhammad As’ad, “Pengabadian al-Qur’an tentang Penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW,” Skripsi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (2014), 61.
Rahmah dan Purwoko, “Dampak bullying verbal terhadap menurunnya rasa percaya diri,” 747.
Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nūr, 4th ed., vol. 4 (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2016), 135–136.
Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nūr, 4th ed., vol. 3 (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2016), 41.
Waitatiri, Katanya, Bullying Melatih Mental (Banten: akhirpekan, 2025), 38.
Widya Ayu Sapitri MH S. Psi, Cegah dan Stop Bullying Sejak Dini (GUEPEDIA, t.t.), 15.
Yusuf Al-Qaradhawi, “Berinteraksi dengan al-Qur’an,” Gema Insani: Jakarta (1999), 61–62.