Analisis Gaya Bahasa pada Puisi "Tak Sepadan" Karya Chairil Anwar
Keywords:
Gaya Bahasa, Majas, Puisi, Chairil Anwar, Tak SepadanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa yang terdapat dalam puisi "Tak Sepadan" karya Chairil Anwar. Puisi ini merupakan salah satu karya Chairil Anwar yang sarat dengan ekspresi perasaan kecewa, cinta tak terbalas, dan kesadaran diri tentang ketidaksesuaian antara dirinya dengan perempuan yang dicintainya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis). Sumber data primer adalah teks puisi "Tak Sepadan", sedangkan data sekunder berupa buku teori sastra dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini mengandung gaya bahasa perbandingan (simile dan metafora), gaya bahasa penegasan (hiperbola dan litotes), serta gaya bahasa sindiran (ironi). Hiperbola pada baris penutup "Aku terpanggang tinggal rangka" merupakan puncak ekspresif sekaligus klimaks puisi yang paling kuat, yang menggambarkan kehancuran total diri penyair akibat cinta yang tidak seimbang. Gaya bahasa yang digunakan Chairil Anwar secara keseluruhan berfungsi untuk memperkuat ekspresi emosional, membangun suasana melankolis yang progresif, sekaligus menyampaikan pesan mendalam tentang cinta yang tidak setara.
References
Akbar, F., Sulistiyo, E., & Hidayah, N. (2024). Analisis majas dalam puisi-puisi Chairil Anwar: Kajian stilistika. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 13(1), 45–58. https://doi.org/10.21009/JPBSI
Alamsyah, T. (2020). Apresiasi puisi Indonesia modern. Yogyakarta: Deepublish.
Anwar, C. (1949). Deru campur debu. Jakarta: Pembangunan.
Keraf, G. (2010). Diksi dan gaya bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nurgiyantoro, B. (2014). Stilistika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pradopo, R. D. (2009). Pengkajian puisi: Analisis strata norma dan analisis struktural dan semiotik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ratna, N. K. (2015). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra: Dari strukturalisme hingga postrukturalisme perspektif wacana naratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rohayati, N. (2017). Analisis penggunaan majas dalam puisi karya siswa kelas VIII SMP. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 17(2), 210–220. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v17i2.7841
Silfiani, R., & Fauziya, D. S. (2024). Analisis stilistik puisi ‘Aku’ karya Chairil Anwar dalam implementasi pendidikan karakter. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1), 22–34. https://doi.org/10.26858/retorika.v10i1
Suban, M. P. (2018). Penggunaan majas hiperbola dalam karya sastra sebagai sarana ekspresi penulis. Jurnal Sastra dan Pengajaran, 5(2), 105–118.
Tarigan, H. G. (2013). Pengajaran gaya bahasa. Bandung: Angkasa.
Teeuw, A. (1980). Sastra baru Indonesia. Ende: Nusa Indah.
Waluyo, H. J. (2005). Apresiasi puisi untuk pelajar dan mahasiswa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.